Harga DRAM bisa naik sampai 45% kuartal ini
“Harga DRAM bisa naik sampai 45% kuartal ini—mending buru-buru beli RAM atau sabar tunggu harga turun?”
Jadi ceritanya kemarin aku iseng baca berita dari TrendForce—ternyata harga RAM DDR4 bisa melonjak 40–45% di kuartal ketiga 2025. Ada beberapa alasannya: produsen mulai menghentikan produksi DDR4 (EOL), kapasitas dialihkan ke server atau DRAM berkinerja tinggi seperti HBM, plus demand untuk AI juga makin besar. Hasilnya, stok DDR4 jadi rada krisis. Even di pasar spot, harga DDR4 langsung naik gila-gilaan!
Tapi, kalau kamu pakai RAM DDR5 atau belum urgent upgrade, harganya hanya naik tipis—sekitar 3–8%. Itu karena produksi DDR5 masih stabil dan fokus utama pasar saat ini.
Technetbook | The Tech ExpertsTechRadar
Kenapa jadi naik drastis?
- Pengurangan kapasitas produksi: Banyak produsen mulai stop bikin DDR4 karena mau push teknologi baru seperti DDR5 atau HBM.
- Prioritas ke server & AI: Chip DDR4 yang tadinya untuk PC sekarang banyak dibeli data center besar karena AI proyek.
- Tarif impor dan permintaan mendadak: Tarif impor dari luar negeri juga ikut mendongkrak harga saat ini.
TechRadarReutersTrendForceIWILL Mini PC
Jadi beli sekarang atau tunggu?
Kalau RAM kamu belum cukup (misalnya cuma 8GB) dan butuh cepat upgrade—lujur, mending beli sekarang daripada nanti kehabisan atau harga makin naik. Sebagai contoh, harga per keping bisa langsung naik dari Rp450 ribu jadi hampir Rp700 ribu dalam beberapa minggu—makin berat kalau ditunda.
TechSodaTrendForce
Tapi kalau penggunaan kamu masih aman dan RAM tidak pressing, coba sabar dulu:
- Harga DDR5 naik lebih ringan (sekitar 3–8%) jadi mungkin lebih worth it menunggu.
- Udah mulai banyak RAM DDR4 “pencetak ulang” di pasaran, walau masih terbatas.
- 2026 atau awal 2027, transisi DDR4 diharapkan selesai, dan harga bisa mulai melandai lagi.
TrendForce+1Tom's Hardware

Tinggalkan Komentar